Hati Mati Suri

Hatimati suri..
layaknya memar ini sudah tak elok lagi
terbelenggu kaku,
dan aku sendiri sedih tak peduli,
dipersimpangan 13 seperempat malam disini
sampai-sampai aku memicing layaknya cina
biar wangimu dan kau tak pergi-pergi
dalam enam putaran
dan aku menggantung
berputar menguak janji yang hampir patah

dan aku sendiri bertahan menekuk lutut
sudah..
ini hanya bosan
tak ingin menjadi ambrosia
meringuk, memeluk…
bah ku pecah gelas biar ramai
membunuh sepi yang nyaris membuatku gigil
tertawa tertahan saat ragaku mati suri,

sudah…
jangan kembali,
atau kau nanti bercinta dengan pedang yang ku asah di ranu pane
lalu ku sayat hatiku sendiri
biar aku ikut sakit
ngilu atau apalah itu…
biar…
biar sayatan ini menganga menembus jantung ulu hati
pedih atau pilu itu hanya sekedar ambigu

sudah…
biar aku bergulung stepa
sendiri mengurai memudar
lalu siapkan waruga untuk menguburku
atau biarkan saja aku pulang
memeluk ibu mencengkeram pundaknya
dan menangis dipelukanya