i’m a nurse.. i want be profesional nurse.. nurse is holy job.. cz it’s job will safety the people… Nurse usually help docter to take care the patient… we take care with love so make the patient will comfertly…

i love my body… be my self…

Betapa eksiss dan narsisnya sayaa.. azeeek🙂

Menjaga kelembutan kulit siang dan malam

Ternyata, menjaga kesegaran kulit tidak hanya dilakukan saat kita terjaga. Justru pada saat tidur, kulit dapat memaksimalkan kerja sel-selnya karena tidak ada stres atau polusi udara yang mengganggu. Apa saja yang perlu dilakukan, berikut tipnya:

Tidurlah dengan posisi terlentang. Posisi ini adalah posisi yang paling aman bagi kulit. Jika kita tidur tengkurap, di pagi hari kita akan menemukan garis-garis halus pada wajah dan apabila diulang terus menerus akan membuatnya menjadi kerutan permanen.

Jaga kelembaban kamar tidur. Pakar penyakit dalam dari Gastroenterology and Nutrition UCLA, Dale Prokupek mengatakan menjaga kelembaban kamar tidur membantu kulit untuk tetap lembab. “Saya mencoba menggunakan alat pembuat lembab udara di kamar untuk membebaskan saya dari alergi, belakangan saya menyadari kulit juga mendapat manfaatnya karena terlihat lebih cerah.” Namun Prokupen mengingatkan untuk selalu rajin membersihkan alat tersebut agar kualitas udara tetap terjaga.

Penuhi kebutuhan air kulit: Semua usaha akan percuma jika kita tidak memberikan tubuh kebutuhan air yang cukup. Mineral yang ada di dalam air, setidaknya lebih murah dan efektif dari jenis pelembab kulit yang kita pilih.

Perawatan kulit sangatlah penting untuk dilakukan khususnya saat pagi dan malam hari. Mengapa demikian? Karena enzim-enzim di dalam tubuh menjadi aktif di saat tubuh kita banyak bergerak di pagi dan siang hari. Kulit pun bisa mengalami stres karena cuaca dan lingkungan, yang bisa menyebabkan penuaan kulit. Sementara pada malam hari tepatnya dari tengah malam hingga jam enam pagi, kulit melewati sistem pembaruan yang sangat penting. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda lakukan untuk menjaga kulit agar tetap cantik.

Perawatan Pagi Hari:

– Jangan lupa mandi pagi untuk menyegarkan kulit, tubuh dan pikiran.
– Oleskan krim pelembap kulit dan pijatlah secara lembut selama 2-3 menit untuk melancarkan peredaran darah.
– Bila sering beraktivitas di luar, sebaiknya memakai krim yang mengandung tabir surya.
– Gunakanlah masker selama 10-15 menit untuk membuat wajah lebih segar.
– Tempelkan sendok berbahan metal yang telah didinginkan di kulkas untuk mengurangi mata yang sembab.
– Minumlah air atau teh hangat untuk menjaga metabolisme tubuh.

Perawatan Malam Hari:

– Jangan lupa untuk membersihkan riasan sebelum tidur.
– Gunakan krim malam untuk membantu perbaikan kulit, karena di malam hari inilah kulit cepat menyerap nutrisi, dan jangan lupa untuk memijat wajah Anda untuk kembali melancarkan peredaran darah dan membuang racun.
– Tidur 6-8 jam tiap malam.
– Saat beraktivitas di siang hari, kurangi makanan yang mengandung garam, karena garam mengikat air dan dapat membuat wajah Anda terlihat kusam saat bangun tidur

Traffic jam di kota Semarang

Sekarang ini Kota Semarang tidak lepas dari ‘kemacetan’. Tidak hanya jakarta saja yang identik dengan macet, bahkan di sepanjang jalan kota Semarang di padat kan oleh kendaran-kendaraan yang begitu kian ramainya. Apalagi di saat jam-jam tertentu seperti pada saat moment-moment orang-orang mau berangkat kerja atau anak-anak yang mau berangkat sekolah. Juga pada saat sore hari dimana mereka pulang dari kanto ataupun kerja. Betapa repotnya kita yang nantinya akan berangkat bekerja ataupun sekolah yang dituntut untuk on tame. Sedangkan kondisi jalan begitu padat bahkan macet. Kalau keadaan kejebak macet yang  seperti ini pasti semua orang akan merasa jengkel. Dan akan saling desak-desakan karna mereka ingin cepat-cepat sampai tujan yang jamnya sudah ditentukan.  Takutnya kalau telat nanti diberatkan sanksi oleh atasan atau guru bagi yang berangkat sekolah. Apa kita mesti tiap hari berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan. Karena biasanya orang-orang suka berangkat mepet pada jam-jam tertentu yang ditetapkan.  Sebab itu mereka akan secara serempak, bareng-bareng berangkat ke kontornya atau ke sekolahnya. Tapi berangkat lebih awal tidak semua orang akan sempat untuk berangkat lebih awal.

Meskipun begitu tidak menjamin kelancaran jalan. Alangkah baiknya kalau dibuat jalan pintas atau jalan alternatif yang lebih banyak. Biar tidak terpusat pada satu jalan yang nantinya akan mengakibatkan kemacetan jalan yang tidak dikehendaki.

pRO DAN KONTRA PENGGUNAAN FLOURIDE PADA PASTA GIGI

mutlak diperlukan bagi kesehatan. Sejak dulu produk odol atau pasta gigi erat sekali dengan kandungan fluoride yang tak bisa dipungkiri merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh bagi pertumbuhan dan kesehatan gigi.

Di Indonesia, pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 70-an. Fluoride yang banyak digunakan jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar yang 250 hingga 800 ppm. Secara detail, fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi berfungsi memberikan efek deterjen sebagai satu dari tiga bahan utamanya disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut, sementara bahan lainnya sodium bikarbonat dan baking soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan pada racikan pasta tersebut.

Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam zat ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. Begitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi.

Kadar penggunaannya memiliki ambang batas yang bisa membahayakan dari efek paparan bila digunakan berlebihan dan tidak sesuai anjuran. Dari literatur yang ada, fluoride dalam kadar berlebihan berakibat sebaliknya dan harus diawasi terutama pemberian terhadap anak-anak yang cenderung menelan odol pada waktu menyikat gigi karena rasa segar yang didapat apalagi bila ditambah perasa tertentu. Bukan hanya dari pasta gigi, kandungan fluoride juga bisa didapat dari konsumsi makanan tertentu dan tersedia dalam bentuk suplemen yang justru sasaran pemberiannya anak-anak.

Bahaya Fluoride
Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah.

Sekitar awal tahun 2000‚ pemerintah Belgia menjadi pihak pertama melarang peredaran tablet dan permen mengandung fluoride yang selama ini dianjurkan pemberiannya pada anak-anak untuk menguatkan gigi mereka. Riset lain dari Swedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker.

Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan.

Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 5 tahun. Di Indonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 500 ppm dari sebelumnya sekitar 1000-1500 ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut.

Di luar kemungkinan pemberitaan efek fluoride ini sebagai fakta, mungkin tak perlu buru-buru menjadi terlalu resah dan was-was menggunakan produk pasta gigi yang mengan-dung fluoride sejauh kadarnya masih di bawah ambang batas yang dianjurkan. Kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan, paling tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin, dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya.

//

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!